ILMU PENGETAHUAN BAGAI CAHAYA DALAM GELAP

Selasa, 09 Maret 2010

GANGGUAN SPEKTRUM AFEKTIF

Afektif didefinisikan sebagai “alam perasaan” atau “suasana perasaan” yang bersifat internal. Ekspresi eksternal dari afektif disebut afek, atau “eksternal display”. Keadaan yang paling utama dalam gangguan afektif ini adalah afek yang menurun atau tertekan yang disebut depresi, dan afek yang meningkat atau ekspansif yang disebut mania (manik). Baik afek yang menurun atau terdepresi dan afek yang meningkat bersifat gradual , suatu kontinuum dari keadaan normal ke bentuk yang jelas-jelas patologik. Pada beberapa individu gejala-gejalanya bisa disertai dengan ciri psikotik.
Gejala-gejala ringan dapat berupa peningkatan dari kesedihan atau elasi normal, sedang gejala-gejala berat dikaitkan dengan sindrom gangguan afektif yang terlihat berbeda secara kualitatif dari proses normal dan membutuhkan terapi spesifik.
Penyebab depresi dan mania secara pasti belum diketahui. Faktor-faktor yang diduga berperan pada terjadinya gangguan afektif ini, yaitu peristiwa-peristiwa kehidupan yang berakibat stressor (problem keuangan, perkawinan, pekerjaan, dll), faktor kepribadian, genetik, dan biologik lain seperti gangguan hormon, keseimbangan neurotransmiter, biogenik amin, dan imunologik.


[download pdf lengkap]

0 komentar:

Poskan Komentar