ILMU PENGETAHUAN BAGAI CAHAYA DALAM GELAP

Selasa, 08 Juni 2010

GANGGUAN SPEKTRUM KEPRIBADIAN SKIZOFRENIK

(Terjemahan: Hirsch SR, Weinberger DR. Schizophrenia. Blackwell Science, Cabridge Univ. Press)


Skizofrenia sudah dikembangkan dalam cakupan genetik dan biologis menjadi etiologi, patofisiologi, dan penatalaksanaannya. Psikiatri Eropa seperti Bleuler dan Kahn merupakan orang pertama yang meneliti perbedaan yang terdapat pada gangguan skizofrenia, dan relatif pada penderita skizofrenia menunjukkan gejala seperti psikosis yang lebih ringan dengan karakteristik sama yang diteliti pada penderita skizofrenia kronik

Gangguan skizofrenia yang lebih ringan ini dinamakan sebagai 'skizoid' oleh Bleuler dan untuk mengetahui hubungan antara gejala dan skizofrenia walaupun individu tersebut memiliki sedikit gejala psikosis. Saat skizoid telah diterapkan secara luas kepada individu yang diindikasikan untuk diisolasi atau memiliki kehidupan fantasi yang aktif, gambarannya akan konsisten dengan variasi dari kelainan yang terjadi termasuk gangguan afektif, bentuk lain seperti borderline skizofrenia atau skizotipe (Rado, 1962) menggantikan skizoid dan telah dikembangkan untuk mengidentifikasi lebih mendalam suatu kelainan secara genetik dan klinis yang berhubungan dengan skizofrenia.
Konsep diagnosis ini telah diperbarui ketika diagnosis gangguan personalitas skizotipe, yang merupakan diagnosis baru pada nomenklatur psikiatri dan diperkenalkan dalam Diagnostic and Statistical Manual DSM-III (APA, 1980). Kriteria gangguan personalitas skizotipe didasari atas gejala klinis dari penderita dalam sebuah penelitian Kety, Rosenthal, dan Wender (Kety et al., 1975) dengan diagnosis 'borderline skizofrenia' atau 'skizofrenia laten'. Gangguan personalitas skizotipal lebih mudah untuk diinvestigasi. Pada konteks ini beberapa percobaan dilakukan terhadap fenomenologi, genetik, biologi, hasil dan respon pengobatan yang mana gangguan personalitas skizotipal berhubungan dengan skizofrenia kronik pada suatu tempat. Saat ini banyak penelitian yang mengagumkan telah dilakukan sehingga memungkinkan untuk diketahuinya multifaktor yang berperan seperti genetik, dan biologis yang menjadi poses dasar skizofrenia. Pada BAB ini akan ditampilkan hasil dari bebagai percobaan tersebut sebagai upaya mengetahui spektrum skizofrenia.
[download pdf lengkap]

0 komentar:

Poskan Komentar